Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juni 2012

Tiga Alasan Kenapa Harga BBM (Tak) Perlu Naik

| |
1 komentar

Tiga Alasan Kenapa Harga BBM (Tak) Perlu Naik

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Pemerintah telah mengajukan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan agar bisa menaikkan harga BBM.

Berbagai argumen dikeluarkan untuk memperkuat pendapat, baik yang pro maupun kontra atas rencana kenaikan harga BBM. 

Berikut tiga alasan mengapa harga bahan bakar minyak perlu dinaikkan:

1. Minyak mentah dunia membubungKenaikan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah perlu menaikkan harga BBM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengatakan, asumsi harga minyak dalam APBN 2012 harus disesuaikan. Pemerintah tidak mungkin lagi menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$90 per barel, sebab harga ICP saat ini sudah melampaui US$115 per barel.

2. Subsidi salah sasaranDengan harga BBM murah, justru yang mendapatkan subsidi besar adalah orang yang menggunakan mobil. Bukan penduduk yang selayaknya mendapatkan subsidi, seperti tukang ojek dan sopir Bajaj.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, langkah menaikkan harga BBM merupakan solusi pemberian subsidi yang tepat sasaran. "Jadi, ini baik, masyarakat menengah kita yang sebelumnya menikmati 70 persen (BBM bersubsidi) bisa membayar kenaikan itu," ujar Hatta.

3. Lebih baik untuk infrastrukturBank Dunia mengungkapkan pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Lebih baik subsidi BBM dialihkan untuk membangun infrastruktur listrik yang masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Manajer Pembangunan Berkelanjutan Bank Dunia untuk Indonesia, Franz R Drees-Gross, menjelaskan, jika pemerintah terus mensubsidi bahan bakar besar-besaran, Indonesia kehilangan kesempatan membangun di sektor lain.

"Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk subsidi BBM, sebenarnya bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih berguna," kata Franz di Jakarta, Senin 12 Maret 2012.

Sementara itu, bagi kubu yang menolak kenaikan harga BBM memiliki alasan:

1. APBN tak bakal jebolPDI Perjuangan tak sepakat dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Partai berlambang kepala banteng itu berpendapat asumsi pemerintah keliru jika menganggap APBN bakal jebol saat harga BBM tak dinaikkan.

“Subsidi BBM dari tahun ke tahun memang turun. Jadi, asumsi pemberian subsidi BBM akan membuat jebol APBN itu tak masuk akal,” ujar Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Sekadar informasi, pada APBN 2005, subsidi BBM mencapai Rp95,6 triliun. Sementara itu, pada APBN 2012 membengkak menjadi Rp123,6 triliun. Bahkan dalam APBN-P 2012 ditetapkan Rp137 triliun.

2. Subsidi sudah tepat sasaranAnggapan pemerintah bahwa subsidi BBM selama ini tidak tepat sasaran, menurut PDIP juga tidak benar. “Subsidi BBM sudah benar. Jadi, jangan pakai alasan salah sasaran untuk mengurangi subsidi,” tegas Bambang.

Politisi PDIP, Daryatmo Mardiyanto, mengatakan, sebagian besar subsidi premium dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah dan bawah. Catatan PDIP, dari total premium yang dikonsumsi oleh rumah tangga, 64 persennya dikonsumsi oleh sepeda motor, sedangkan yang untuk mobil hanya 36 persen.

“Mengingat sebagian besar pemilik sepeda motor adalah masyarakat kelas menengah ke bawah, maka berarti selama ini bagian terbesar subsidi premium sebanyak 64 persen dikonsumsi oleh kelas menengah dan bawah, dan itu bukan kelompok kaya,” kata Daryatmo.

3. Pindah kantong

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, mengatakan, jika pemerintah menaikkan harga BBM lalu membuat kompensasi untuk rakyat miskin, itu artinya hanya pindah kantong kanan ke kantong kiri. "Lebih bagus tidak menaikkan dan tidak perlu ada kompensasi," kata Anis, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu 21 Maret 2012. (art)
Read More

Selasa, 05 Juni 2012

Liga Football Pakaian Dalam

| |
0 komentar

Di Amerika Serikat ada liga unik, namanya Lingerie Football League (LFL). Liga ini mempertandingkan dua tim, masing-masing beranggotakan tujuh pemain sepak bola Amerika (American Football). Liga ini dibuat pada 2009 lalu dengan mengadopsi peraturan dan permainan National Football League (NFL). Jika NFL para atletnya adalah pria-pria bertubuh kekar, maka LFL hanya bisa diikuti oleh perempuan yang menggunakan pakaian dalam seksi atau lingerie. Nah sebagian dari mereka sedang berada di Australia untuk melakukan pertandingan Lingerie Football League All-Star Tour. Mau tahu seperti apa para pemain LFL?


Lingerie Football League - Media Call


Lingerie Football League - Media Call


Lingerie Football League - Media Call

Read More

Jupe Aslinya Seorang Laki-Laki?

| |
0 komentar

Jupe Aslinya Seorang Laki-Laki?
Artis seksi Julia Perez ternyata sempat digosipkan terlahir sebagai seorang laki-laki. Namun, Jupe dengan tegas membantahnya. Gosip tersebut menurut Jupe sangat mengecewakan dirinya.
"Dari munculnya sosok Julia Perez, saya sempat digosipkan kalau saya itu seorang pria. Rasanya saat itu sakit banget. Untung ada beberapa teman wartawan, dia langsung saya kasih kesempatan cek apakah saya lahir tuh cewek atau cowok. Seiring dengan waktu, akhirnya mereka tau yang sebenarnya," ujar Jupe saat ditemui di launching Single Siti Nurbaya & Program Jupe Cari Jodoh di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/6).
Untuk lebih membuktikan kalau dirinya adalah seorang wanita tulen, mantan kekasih Gaston Castano itu pun meminta kepada wartawan untuk menanyakan langsung kepada dokter Boyke.
"Kalau nggak percaya, coba tanya aja dokter Boyke yang tahu dalamannya Jupe, saya perempuan atau laki-laki dia yang tau. Di akte saya, saya adalah wanita. Ya, yang pasti ini adalah settingan Allah, saya seorang entertainment, saya milik masyarakat," pungkas Jupe.
Beberapa waktu yang silam, Jupe memang sempat dikabarkan sebagai seorang waria. Bahkan dirinya terlihat beberapa kali menghadiri sebuah ajang yang dibuat oleh para waria.
Read More

Air Mata Kristal Tina Ternyata Palsu

| |
0 komentar

Kisah Air Mata Kristal Tina yang Palsu
Misteri air mata kristal Tina Agustina, gadis asal Sumedang, Jawa Barat, terkuak sudah. Tim dokter dari Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, menyatakan air mata kristal tersebut terbukti palsu.
Salah seorang tim dokter, Hikmat Wangsaatmadja, mengatakan secara medis gadis berusia 19 tahun itu tidak menderita kelainan atau matanya normal. Selain itu pada saat pemeriksaan tidak ditemukan benda apa pun di dalam mata. "Ini bukan masalah medis," ujar Hikmat di ruangannya, Selasa, 5 Juni 2012.
Hasil uji di Laboratorium Geologi menyatakan air mata kristal itu palsu. Kesimpulannya, batuan itu bukan hasil produksi tubuh manusia, melainkan bahan sintetik yang telah diproses seperti perhiasan imitasi.
Menurut Hikmat, ada tiga butir batuan air mata kristal Tina yang diperiksa. Ukurannya berkisar 1-2 milimeter berwarna biru dan tembus pandang. Peneliti Laboratorium Geologi menyebutkan bentuk kristal polihedral tidak teratur dan tidak memiliki bidang berpasangan, sehingga bukan benda yang terbentuk alami.
Hikmat menyarankan agar Tina menghentikan segera praktek tersebut. Sebab dikhawatirkan menimbulkan luka dan infeksi pada mata. "Sebaiknya jangan dilakukan lagi," ujar dia.
Seorang dokter mata menyebutkan, trik Tina bisa dilakukan dengan mudah asal berani. Caranya dengan memasukkan untuk menyimpan benda kristal ukuran kecil itu ke atas bola mata di atas ujung alis. Selanjutnya, batu itu akan turun sendiri ke bawah lalu keluar lewat kelopak mata bagian bawah.
Sebelumnya, menurut pengakuan Tina, juga beberapa saksi mata seperti Camat Cisarua, Sumedang, Tono Suhartono, air mata Tina berbentuk kristal. Keluarnya dari kelopak mata kiri dan kanan bawah. Tono bahkan mencatat, sejak September 2011 dan 23 Mei 2012 sudah keluar lebih dari 161 batu kristal. "Ini seperti mukjizat," katanya kepada Tempo saat mengantar Tina ke RS Mata Cicendo sepekan lalu.
Read More